Experiencing – Maria & Jalie

Rasa ingin tahu sering kali membawa seseorang melangkah lebih jauh daripada sekadar kekaguman. Sebuah perjalanan tidak dimulai karena kita sudah menemukan jawabannya. Justru perjalanan dimulai karena kita membawa banyak pertanyaan.

Experiencing kali ini mempertemukan kami dengan pasangan suami istri Kak Maria dan Jalie yang tinggal di luar negeri. Di saat banyak orang memandang ke luar negeri untuk mencari inspirasi, mereka justru datang ke Indonesia dengan rasa ingin tahu. Mereka tidak hanya melihat ruang demi ruang, tetapi juga bertanya tentang material, perawatan bangunan, keputusan desain, hingga cerita di baliknya.

Dari setiap pertanyaan itu, kami belajar bahwa rasa ingin tahu adalah cara lain menghargai sebuah karya.

Percakapan kemudian berkembang menjadi refleksi yang lebih dalam, utamanya terkait dengan pengalaman mereka membangun rumah. Mereka mengatakan menyukai kebebasan bereksplorasi ide yang mereka rasakan di Indonesia. Dibandingkan dengan pengalaman mereka di negara lain yang terasa kaku, mereka menemukan ruang untuk terus bertanya dan mencoba. Mereka juga bercerita tentang desain rumah yang pernah harus diulang dari awal, hingga bagaimana pengalaman tersebut meninggalkan kehati-hatian, bahkan trauma. Percakapan itu mengingatkan kami bahwa setiap ruang tidak hanya dibangun dari apa yang berhasil, tetapi juga dari keberanian belajar dari kesalahan dan tidak mengulanginya

Ada satu hal kecil yang membekas bagi mereka, yaitu sebuah bola pemadam api. Hal sederhana itu menunjukkan bahwa sebuah bangunan tidak hanya berbicara tentang estetika, tetapi juga kepedulian terhadap keselamatan. Bagi mereka setiap ruang menyimpan cerita, rasa ingin tau dan perhatian besar pada setiap detail.

Mungkin, itulah yang membuat setiap experiencing terasa berbeda. Bukan karena kita melihat tempat yang sama, tetapi karena setiap orang datang dengan pertanyaan, cerita, dan cara pandang yang berbeda.

Terima kasih sudah berkunjung dan berbagi refleksi di rumah kami. Pertemuan ini mengingatkan kami bahwa terkadang, kita membutuhkan kacamata orang lain yang datang dari jauh untuk kembali mensyukuri proses bertumbuh yang kita miliki di rumah sendiri.

#ExperiencingGuha #OMAHLibrary #LearningThroughSpace


Informasi OMAH Events lainnya di bawah ini:

Book Launching | Everywhere & Nowhere: The Aesthetics of Growing Pains

“So a new journey has begun and I surrender all my pre-determined fantasies of my becoming, allowing the universe to decide what’s next. Allowing ourselves. To. Just. Live.” Dengan bangga OMAH Library mempersembahkan buku terbaru yang lahir dari refleksi seorang penulis muda, Karina Dwipayana. Kali ini bergeser dari tema arsitektur,…

Bittersweet Memories In Design Experience I 66. Ren Katili

Bittersweet Memories in Design Experience- Episode 66 Membangun kepercayaan publik dan merespons tantangan iklim tropis bukanlah hal yang mudah bagi seorang arsitek. Menanamkan trust agar masyarakat yakin dan menghargai kekayaan sebuah gagasan adalah proses panjang yang sejatinya sudah harus dirajut jauh sebelum sebuah biro resmi berdiri. Bagi mahasiswa dan arsitek…

PMI #40 – Thomas Karsten & Liem Bwan Tjie – Johannes Adiyanto & Handinoto

#kelasomah Halo teman-teman semua, Perjalanan Mengenal Indonesia (PMI) kembali berlanjut melalui series #40. Episode kali ini akan terbagi dalam 2 bagian: ▫️Bagian pertama bersama Pak Johannes Adiyanto @jo_adiyanto, mengangkat tema: “Thomas Karsten: When Socialism Meets Modernism in Colonial Cities” Meski Thomas Karsten banyak dikaji, fokusnya masih pada hasil desain seperti…

Something went wrong. Please refresh the page and/or try again.

Published by Realrich Sjarief

Founder of RAW Architecture

Leave a Reply

Discover more from OMAH Library

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading