Selamat Idul Fitri 1447 Hijriah

Jika bulan Ramadan adalah perjalanan pulang, maka Idul Fitri adalah ruang tempat kita kembali menemukan diri yang lebih jernih, lebih lapang, dan lebih utuh.

Kami di Guha mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Semoga momen lebaran ini membawa ketenangan, keberkahan, dan kehangatan yang tumbuh di antara keluarga serta orang-orang terkasih.

Dengan kerendahan hati, kami juga memohon maaf atas segala hal tidak baik, yang terasa maupun yang tak sempat terucap. Semoga pintu maaf yang kita buka hari ini menjadi jalan bagi cahaya yang tinggal lebih lama di dalam diri.

Sepanjang perjalanan ini, pertemuan dengan begitu banyak orang mulai teman, keluarga, tim, kolaborator, penulis, pemikir, hingga para pengunjung. Mereka semua telah menjadi bagian dari cerita yang membentuk kami di Guha. Dari setiap percakapan, dari setiap langkah kecil yang dibagikan, kami belajar bahwa tumbuh tidak pernah benar-benar sendiri.

Semoga semangat Ramadan yang kita jaga bersama tidak berhenti sebagai momen, tetapi berlanjut sebagai cara hidup—mengalir dalam kebaikan, dalam keikhlasan, dan dalam upaya memberi makna bagi sesama.

Mari kita sambut hari-hari ke depan dengan hati dan jiwa yang lebih tenang, serta langkah yang terbaik untuk kita jalani 😊🙏.


Informasi OMAH Events lainnya di bawah ini:

Book Donation – Liany

Pada 29 Januari lalu, OMAH Library menerima donasi buku dari Kak Liany Sebastian, datang dengan cara sederhana, hampir tanpa kami sadari di tengah aktivitas hari itu. Kehadirannya membawa tambahan cerita baru untuk rak-rak literasi di OMAH, sekaligus menjadi pengingat bahwa kebaikan sering hadir dengan tenang, tanpa banyak suara. Koleksi buku…

PMI #37 – Arsitektur Rentang Nusa

#kelasomah Halo teman-teman semua,Perjalanan Mengenal Indonesia (PMI) kembali berlanjut melalui series #37. Episode ini akan terbagi dalam 2 bagian: Paparan pertama bersama Pak Bayu Arie Wibawa, dengan tema:Joglo Petani: Jangkeping Urip Berangkat dari fenomena di Desa Pondokrejo, Rembang, di mana rumah joglo tidak hanya bertahan, tetapi terus bertambah dari waktu…

Arsitek(tur) Mumpuni Episode 10 | Rudy Utomo

Di berbagai karya yang beliau kerjakan—mulai dari bangunan, interior, hingga objek kerajinan—Pak Rudy Utomo melihat arsitektur sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari. Pendekatannya berangkat dari kedekatan dengan ketukangan. Praktiknya tumbuh dari tangan—melalui proses membuat dan mengolah material. Karyanya bergerak melalui kesederhanaan. Hal ini terlihat dalam berbagai proyek seperti Rumah Taman Giri…

Something went wrong. Please refresh the page and/or try again.

Published by Realrich Sjarief

Founder of RAW Architecture

Leave a comment