Book Donation – Atoya Martha

Ada kebahagiaan sederhana yang selalu kami rasakan setiap kali sebuah buku menemukan rumah barunya. Setiap donasi yang datang bukan hanya menambah isi rak, tetapi juga membawa cerita, perhatian, dan niat baik dari orang-orang yang percaya pada perjalanan literasi bersama.

10 Desember, kami kembali menerima donasi buku dari Kak Atoya. Kak Atoya datang langsung membawa koleksi bukunya untuk didonasikan ke OMAH Library.

Sebelumnya, Kak Atoya sudah beberapa kali berkunjung ke Boboto dan bertanya apakah memungkinkan untuk melakukan donasi buku. Saat itu, tim kami menjelaskan bahwa donasi buku dapat disalurkan ke OMAH Library di Guha The Guild. Beberapa waktu kemudian, Kak Atoya datang langsung ke Guha untuk mengantarkan koleksi bukunya.

Buku-buku yang Kak Atoya titipkan merupakan koleksi pribadi Kak Atoya dan keluarga. Isinya cukup beragam, mulai dari novel, buku self-development dan self-improvement, hingga berbagai bacaan lainnya. Melalui pesannya, Kak Atoya menyampaikan harapan sederhana agar buku-buku ini bisa berguna dan dibaca oleh banyak orang.

Koleksi ini tentu akan sangat berarti dan menambah isi rak-rak OMAH Library. Buku-buku ini akan menjadi teman membaca, sumber inspirasi, serta bacaan yang menemani setiap pengunjung yang datang dan singgah di perpustakaan kami.

Beberapa hari setelahnya, kak Atoya kembali datang dengan membawa koleksi buku lainnya sebuah niat baik yang kami sambut dengan penuh rasa syukur.

Terima kasih banyak kepada Kak Atoya dan keluarga atas kepercayaan dan ketulusannya. Kini buku-buku ini berada di OMAH Library, dan dengan sepenuh hati kami akan menjaganya agar terus hidup, dibaca, dan memberi manfaat bagi banyak orang.

Harapannya semoga segala yang terbaik untuk Kak Atoya dan keluarga—semoga senantiasa diberikan kesehatan, kelancaran dalam setiap langkah, serta kebahagiaan yang bertumbuh dari kebaikan yang telah dibagikan.
#OMAHLibrary #Donasibuku #Berbagiliterasi #perpustakaan


Informasi OMAH Events lainnya di bawah ini:

Experiencing – Syaukat Zidane, Ainun, Aya, Ridwan, Aswin, Ryan Hidayat, Dimas & Shifa

Sekolah arsitektur dunia mengenal dua tradisi besar. Bauhaus mewariskan tradisi rasional, bengkel dan industri, bentuk yang lahir dari fungsi dan logika. Beaux-Arts mewariskan tradisi visual yang monumental, komposisi agung yang dilatih bertahun-tahun. Dan di Nusantara sesungguhnya ada tradisi ketiga yang jarang disebut di buku teks, padepokan, tempat eksperimen, rasionalitas, dan…

Experiencing – Damare Lazuardi

Experiencing Guha: Damare Lazuardi Di tengah keseharian yang sering berjalan begitu cepat, kita jarang memberi waktu untuk benar-benar berhenti sejenak. Padahal terkadang justru saat kita melambat, kita mulai melihat hal-hal yang sebelumnya terlewat, dan memaknai sesuatu dengan cara yang berbeda. Dalam Experiencing kali ini, kami berkesempatan menyambut Kak @rerelazuardi untuk…

Book Donation – Sahabat OMAH Library

Tidak semua kebaikan ingin dikenali. Ada yang memilih hadir dengan tenang, menitipkan buku-buku yang pernah menemaninya, lalu membiarkan perjalanan berikutnya dimulai oleh orang lain. Barangkali, di situlah kami kembali belajar bahwa nilai sebuah buku tidak berhenti ketika selesai dibaca. Ia justru terus hidup ketika dibuka oleh pembaca berikutnya. Pada 26…

Something went wrong. Please refresh the page and/or try again.

Published by Realrich Sjarief

Founder of RAW Architecture

Leave a comment