Book Donation dari Kak Louisa

Beberapa waktu lalu, Kak Louisa berkunjung ke Guha Boboto. Saat itu, kak Louisa menyampaikan sebuah harapan sederhana tapi bermakna, “I hope that more book genres will be available”

Harapan itu seperti benih yang jatuh di tanah subur dan sudah diatur oleh takdir. Senin pagi ditengah kesibukan tim Omah memulai hari, Kak Louisa justru mengabulkan harapan tersebut dengan mengantarkan koleksi buku favoritnya ke Omah Library. Koleksinya berupa buku-buku terupdate dan variatif, mulai dari self development, ensiklopedia, novel, komik, fiksi, biografi sampai ke buku spiritual pun ada.

Setiap buku yang beliau titipkan bukan sekadar tumpukan kertas dengan kata-kata di dalamnya, tetapi juga cermin perjalanan, pengetahuan, dan imajinasi. Kami jadi teringat kata-kata Jorge Luis Borges, “I have always imagined that paradise will be a kind of library.” Menanam pohon pengetahuan yang kelak akan menjadi tempat berteduh bagi banyak pencari ilmu.

Terima kasih yang begitu besar dari OMAH Library untuk Kak Louisa, yang dengan hati tulus dan kepedulian terhadap literasi, mau berbagi bukunya agar bisa dibaca oleh semua orang. Semoga setiap halaman yang dibaca dari buku-buku ini menjadi pemantik mimpi, pembuka wawasan, dan penghangat jiwa bagi setiap pengunjung Omah Library.

Doa terbaik kami untuk Kak Louisa, semoga Tuhan senantiasa memberkati, melimpahkan kesehatan, kebahagiaan. Semoga kebaikan ini kembali berlipat ganda karena menurut kami, kita dapat menemukan makna terdalam dari hidup itu sendiri lewat memberi.

#GuhaTheGuild #OMAH #Perpustakaan #Tangerang #Jakarta


Informasi OMAH Events lainnya di bawah ini:

Experiencing – Syaukat Zidane, Ainun, Aya, Ridwan, Aswin, Ryan Hidayat, Dimas & Shifa

Sekolah arsitektur dunia mengenal dua tradisi besar. Bauhaus mewariskan tradisi rasional, bengkel dan industri, bentuk yang lahir dari fungsi dan logika. Beaux-Arts mewariskan tradisi visual yang monumental, komposisi agung yang dilatih bertahun-tahun. Dan di Nusantara sesungguhnya ada tradisi ketiga yang jarang disebut di buku teks, padepokan, tempat eksperimen, rasionalitas, dan…

Experiencing – Damare Lazuardi

Experiencing Guha: Damare Lazuardi Di tengah keseharian yang sering berjalan begitu cepat, kita jarang memberi waktu untuk benar-benar berhenti sejenak. Padahal terkadang justru saat kita melambat, kita mulai melihat hal-hal yang sebelumnya terlewat, dan memaknai sesuatu dengan cara yang berbeda. Dalam Experiencing kali ini, kami berkesempatan menyambut Kak @rerelazuardi untuk…

Book Donation – Sahabat OMAH Library

Tidak semua kebaikan ingin dikenali. Ada yang memilih hadir dengan tenang, menitipkan buku-buku yang pernah menemaninya, lalu membiarkan perjalanan berikutnya dimulai oleh orang lain. Barangkali, di situlah kami kembali belajar bahwa nilai sebuah buku tidak berhenti ketika selesai dibaca. Ia justru terus hidup ketika dibuka oleh pembaca berikutnya. Pada 26…

Something went wrong. Please refresh the page and/or try again.

Published by Realrich Sjarief

Founder of RAW Architecture

Leave a comment