Dara(h) Muda 3 | Ep.2 Tak Ada Sengsara, Hanya Bungkus Permen – Ismail Solehudin

Setiap individu, dalam konteks ini adalah desainer, memiliki tantangannya sendiri dalam berkarir. Salah satunya dalam mendapatkan kepercayaan dari pengguna jasa arsitektur. Pengalaman pribadi menunjukkan bahwa kebanyakan calon klien yang ditemui lebih percaya pada background akademis yang bergengsi. Hal ini menjadi tantangan Ismail di awal karirnya berarsitektur.

Fakta tidaklah begitu penting, tetapi yang lebih penting adalah respons terhadap fakta tersebut. Apabila kita ditawari permen dengan pilihan yang masih terbungkus dan yang bungkusnya sudah terbuka, kita akan lebih memilih permen yang masih terbungkus. Ada fakta atau hal-hal diubah, tetapi selalu ada pilihan untuk menerima begitu saja atau berupaya lebih dengan membuka bungkus terlebih dahulu kemudian menikmati manisnya permen dengan senang dan tentunya tenang 🙂


Video Rekaman Kelas


Rangkuman Materi Kelas


Pembicara

Ismail Solehudin

Setelah kuliah 5 tahun dan lulus pada tahun 2013, Ismail Solehudin kemudian bekerja di Studio Akanoma sampai dengan tahun 2019. Berbekal pengalaman hampir 6 tahun bekerja di studio tersebut, pada tahun 2020 ia mendirikan Studio Ismail Solehudin Architecture (ISA Studio) dengan tim di dalamnya untuk berkreasi bersama dalam menghadirkan sebuah…


Beberapa kelas Dara(h) Muda lainnya bisa diakses di bawah ini:

Dara(h) Muda 3 | Ep.4 TBH (To be Honest) – Raynaldo Theodore

Setelah lulus dari Universitas Katolik Parahyangan, pria yang akrab dipanggil Ray ini sempat mendirikan bironya sendiri sebelum akhirnya bergabung dengan andramatin (2016-2019). Di tahun 2020, Ray kembali membuka praktiknya sendiri melalui arti studio. Banyak orang mempertanyakan setiap keputusan Ray, tetapi ia berpendapat bahwa ia akan berjalan di tempat saja bila…

Dara(h) Muda 3 | Ep.3 Antara Ci(n)ta, Arsitektur, dan Ruang Kota – Akbar Agniputra

Sebelum lulus dari jurusan Arsitektur ITB pada tahun 2013, Akbar Agniputra mendapatkan beasiswa untuk mengikuti workshop internasional urban design dan arsitektur di Meiji University, Tokyo, Jepang, pada tahun yang sama. Selanjutnya ia memulai karir sebagai urban designer (AECOM 2013-2016, Urban+ 2016-2018) hingga akhirnya berprofesi sebagai designer architect di Kengo Kuma…

Loading…

Something went wrong. Please refresh the page and/or try again.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s