Event | Fight for Architecture #2 – Pos-Kolonial?

Indonesia termasuk dalam tatanan sistem dunia. Tatanan sistem dunia ini mempengaruhi
arsitektur secara langsung dan tidak langsung.

Studi tentang sistem dunia adalah studi tentang politik, ekonomi, dan sosial di mana dilatarbelakangi oleh kesenjangan, maju dan mundurnya sebuah negara, ketidakadilan sosial, dan politik penjajahan. Terdapat beberapa studi tentang teori sistem dunia, yaitu The Annales School, Marxisme, Teori Ketergantungan, dan Wallerstein. Pada kuliah kali ini, Abidin Kusno akan membahas hubungan antara tatanan sistem dunia untuk memahami kondisi yang ada di dalam Arsitektur Indonesia sekarang sebagai negara bekas jajahan. Untuk bisa memahaminya, kita perlu memahami sejarah
dunia dan bagaimana interelasi sosial, budaya, ekonomi dan politik yang terjadi di dalamnya yang membentuk Knowledge Construction-World System Studies.

Abidin Kusno akan menggabungkan 2 buah cerita. Yang pertama, pengaruh pemikiran ‘pos-kolonial’ pada buku “Behind the Postcolonial” 20 tahun yang lalu. Yang kedua, bagaimana perkembangan selanjutnya dari mazhab ini di ranah akademik global pada umumnya dan bidang arsitektur khususnya untuk memahami pos-
kolonial lebih dalam.

Mari berkolaborasi dan berdiskusi mencari jawabannya bersama-sama di:

Fight for Architecture in Broken Ecosystem – 02. Pos-Kolonial?

dimana posisi arsitektur indonesia dalam world-system-theory? oleh Abidin Kusno

Jumat, 7 Oktober 2022

Pukul 19:00 WIB via Zoom

Untuk mengikuti acara ini, peserta dipersilakan untuk memberikan apresiasi dengan berdonasi (seikhlasnya) untuk setiap sesinya. Apresiasi yang sahabat berikan memiliki makna yang besar dalam menciptakan ekosistem apresiatif antara Peserta – Panelis – Platform (Wadah) untuk pengembangan literasi arsitektur Indonesia.

Daftarkan diri di: bit.ly/OMAH_FIGHT

Informasi lebih lanjut:

Putri (+62 815-1797-0213)

Vivi (+62 899-8898-239).


Informasi OMAH Events lainnya di bawah ini:

Experiencing – Ardi, Farhan, Ainun, Asyraf, Fahmi

Terkadang, yang paling tinggal dari sebuah kunjungan bukanlah ruang yang dilihat, tetapi percakapan yang tumbuh di dalamnya. 25 April 2026, kami bertemu dengan Kak Ardi @andiaardi, Kak Farhan @farhandj98, Kak Ainun @aiinunps_, Kak Asyraf @asyraful_alamanah, dan Kak Fahmi @andi_dzulfahmi yang datang dari Makassar. Tiga di antaranya merupakan arsitek dari biro…

Experiencing – Alda & Sylvia

Kunjungan kali ini mempertemukan kami dengan Kak Alda dan Kak @sylviamelinda yang datang bersama untuk melihat lebih dekat ruang dan cerita yang tumbuh di dalam Guha, Sepanjang Experiencing, percakapan banyak berputar pada bagaimana sebuah ruang dapat lahir dari berbagai keterbatasan yang ada, lalu berkembang menjadi sesuatu yang fungsional dan bermakna.…

Experiencing – Hamda

Pengalaman ruang tidak selalu datang dari hal yang paling besar atau paling mencolok. Kadang, ia hadir melalui detail-detail kecil yang perlahan ditemukan ketika seseorang memberi perhatian lebih pada apa yang ada di sekitarnya. 29 Maret 2026, kami bertemu dengan Kak Hamda yang datang ke Guha untuk mengalami ruang bersama. Dengan…

Something went wrong. Please refresh the page and/or try again.

Leave a comment