I Nyoman Gede Maha Putra merupakan dosen dan periset di Program Studi Arsitektur Universitas Warmadewa, Bali. Lulus dari S1 Arsitektur Universitas Udayana, Denpasar dan menyelesaikan pendidikan S2 Urban Planning di Erasmus University, Netherland. Kemudian menyelesaikan S3 Urban Design di Oxford Brookes University, UK. Pernah bekerja sebagai praktisi di Cipta Mandala dan Nusa Consulindo Design. SaatContinue reading “I Nyoman Gede Mahaputra”
Category Archives: Contributors | Kontributor
Yulianto Purwono Prihatmaji
seorang dosen arsitektur di Univeristas Islam Indonesia, yang telah menempuh studi strata 1 di Universitas Islam Indonesia tahun 1998, strata 2 di Institut Teknologi Bandung tahun 2003, dan strata 3 di Kyoto University tahun 2013 silam. Selain aktif sebagai dosen, ia juga sebagai Ketua Pengelola Bambooland Indonesia, salah satu program untuk melestarikan dan memberdayakan bambuContinue reading “Yulianto Purwono Prihatmaji”
Paulus Mintarga
Bertempat tinggal di Solo dan menyelesaikan studi Sarjana Teknik Sipil di Universitas Sebelas Maret Surakarta pada tahun 1992. Pada tahun 2004 mendirikan biro konsultan arsitek, interior dan lansekap yang bernama “timtiga” yang kini menjadi bagian dari rempah rumahkarya, sebuah ruang kreatif untuk bersinergi bersama. Paulus Mintarga juga adalah CEO Rumah Atsiri Indonesia. Development Conceptor beberapaContinue reading “Paulus Mintarga”
Albert Pramono
Albert Arron Pramono graduated from The University of Manchester with a master’s degree in chemical engineering (MEng). He is the founder of ACCOSSA, an ecosystem engineering consultant based in Jakarta, focusing on sustainable development through prefab construction, integrated farming, and food innovation. ACCOSSA has created some distinctive disruption to the lifestyle industry by creating ArumdaluContinue reading “Albert Pramono”
Keat Ong
Keat Ong graduated from the Curtin University of Technology with a Bachelor of Architecture degree. He is the founder of Nota Design Group and Keat Ong Design and also the current president of Society of Interior Designers Singapore. Keat was awarded “the Influencer Award” in Maison Shanghai in 2017 and 2018, due to his contributionsContinue reading “Keat Ong”
Markus Roselieb
Founder of Chiangmai Life Architects and Chiangmai Life Construction, specializing in Eco and Sustainable Architecture, focusing on educational, high-end residential, and commercial projects. Markus advocates architecture that warms people’s hearts and makes them smile. His approach is based on modern organic design integrating natural materials such as bamboo with 21 st century engineering knowledge andContinue reading “Markus Roselieb”
Eko Prawoto
Dalam banyak karyanya, Eko Prawoto memperlakukan proses desain arsitektural sebagai proses kelahiran. Ia memiliki perspektif tentang hubungannya dengan klien yang lekat dengan kebutuhan pengguna. Ia memposisikan dirinya layaknya bidan yang membantu proses persalinan. Dalam sudut pandang yang lain, Eko Prawoto menunjukkan ketrampilan di dalam menyusun bentuk menggunakan bahasa keseharian, bahasa vernakular yang praktis, lugas, danContinue reading “Eko Prawoto”
Agustinus Sutanto
Agustinus Sutanto adalah dosen tetap dan ketua Laboratorium (Bagian) Perancangan Arsitektur di Jurusan Arsitektur dan Perencanaan Program Studi Arsitektur Universitas Tarumanagara. Berprofesi sebagai arsitek dan prinsipal di PT. MiMa Archilab Jakarta, dan menjadi anggota TABG-AP DKI Jakarta. Fokus yang dijalani sekarang adalah bidang teori dan praksis dalam arsitektur dengan penekanan pada kajian research by design.
Elora Hardy & Defit Wijaya (IBUKU)
IBUKU is a team of young designers, architects, and engineers exploring groundbreaking ways of using bamboo to build homes, hotels, schools, and event spaces in Bali, Indonesia. They are creating a new design vocabulary based on this one material and exploring the way sustainable architecture and design can redefine luxury. The materials they use, theContinue reading “Elora Hardy & Defit Wijaya (IBUKU)”
Singgih Kartono
Terinspirasi oleh ramalan Alvin Toffler dalam bukunya “Future Shock”, Singgih memutuskan pulangkampung 2 tahun setelah menamatkan kuliah di Desain Produk ITB. Mimpi tinggal dan berkarya didesa namun terkoneksi secara internasional sungguh memikat. Dengan upaya yang keras dan tidak pantang menyerah, akhirnya Singgih mampu membuktikan bahwa ramalan tersebut benar, sekaligus membuktikan potensi desa yang luar biasa.Continue reading “Singgih Kartono”
