Eko Prawoto: The Voice of the Village

Buku ini menggambarkan sosok Eko Agus Prawoto yang hadir dan hidup di desa, sebuah proses belajar tentang bahasa arsitektur yang lebih gayut di desa. Beliau adalah seorang Kesatria yang berjuang di desa, yang mengetuk tak hanya raga dan pikiran, tetapi juga hati orang-orang yang bersinggungan dengannya. Dalam setiap karyanya, ia mencoba berdialog dengan alam sepertiContinue reading “Eko Prawoto: The Voice of the Village”

Yuswadi Saliya: Perjalanan Malam Hari

Buku terbitan kedua ini memuat tulisan Yuswadi Saliya tahun 2003 dengan refleksi baru “Perjalanan Siang Hari” di 2024. Seperti menjelajah hutan rimba penuh makna, Yuswadi mengajak pembaca melihat arsitektur sebagai cerminan sejarah, budaya, dan kearifan lokal. Sebagai salah satu pendiri PT. Atelier Enam Arsitek, beliau menjadi jembatan kokoh yang menghubungkan perintis arsitektur Indonesia dengan generasiContinue reading “Yuswadi Saliya: Perjalanan Malam Hari”

Mohammad Danisworo: Begawan Padmanaba

Kisah pengajaran dan petualangan “Mohammad Danisworo – Begawan Padmanaba”, sosok teladan dalam ilmu (teoretik) dan laku (praktik) arsitektur. Meluaskan arsitektur hingga ke urban, meluaskan desain sampai ke masalah sosial-kemasyarakatan, meluaskan jangkauan pengajarannya dari kampus hingga ke luar kampus. Dia menebar ilmu dan laku seperti menebar biji-biji tanaman di tanah yang subur, lalu menghasilkan pohon-pohon yangContinue reading “Mohammad Danisworo: Begawan Padmanaba”

Gunawan Tjahjono: Maharsi Bisma

“Saya sangat setuju dengan Mario Salvatore, bahwa arsitek tidak bisa diajarkan, tetapi bisa dipelajari. Anda siapkan seperangkat keadaan sehingga murid tahu bagaimana mempelajari arsitektur untuk seumur hidupnya. Jadi, saya tidak pernah meliburkan kelas karena mati lampu. Tidak ada listrik, ya kita belajar di luar. Dimanapun kita bisa belajar arsitektur.” Gunawan Tjahjono sebagai Maharsi Bisma. BismaContinue reading “Gunawan Tjahjono: Maharsi Bisma”

Tan Tjiang Ay: Begawan Ciptaning

Saat – saat berdialog dan berdiskusi bersama Tan Tjiang Ay bisa diibaratkan seperti perjalanan mencari matahari. Cobalah bayangkan di pagi atau sore hari, kejarlah bayang bayang, tidak akan ada habisnya, ia akan terus di depan kita. Cobalah mengejar matahari, bayang – bayang akan mengikuti kita. Cerita ini dilambangkan di dalam Alegori Gua Plato. Alegori GuaContinue reading “Tan Tjiang Ay: Begawan Ciptaning”