Experiencing – Afni, Natalia, Johlizaan, Nada, Andre & Tovan

Ada yang datang sendiri, ada yang datang bersama teman-teman. Namun, sore itu, dua kunjungan yang berbeda akhirnya bertemu dalam satu pengalaman di Guha.

Kak Afni @imtasubinfa datang sendiri dengan kecintaannya pada membaca dan menulis. Sementara itu, Kak Nat @nataliapratamiputri, Kak Jo @johlizaan, Kak Nada @nadaapriliaf, Kak Andre @and.rewgc, dan Kak Tovan @tovanbatavia datang dengan rasa ingin tahu yang sama. Dalam perjalanan menyusuri Guha, mereka yang awalnya datang dalam dua kelompok berbeda, perlahan berbaur dan saling berinteraksi.

Pertanyaan tentang material, desain, dan fungsi ruang muncul sepanjang tour. Lalu, ada pertanyaan spontan yang memancing tawa sore itu “bagaimana kambing bisa berada di lantai dua? Apakah konsepnya seperti kambing gunung yang pandai memanjat tebing?” Celetukan itu membuat suasana sore itu semakin cair.

Di basement, beberapa dari mereka mencoba gerakan rol depan. Momen spontan itu menambah warna dalam perjalanan mereka menyusuri ruang. Kemudian mereka juga menyempatkan diri berfoto. Seperti kata Kak Andre, “Foto dulu sebentar, ya. Kan nanti sudah tidak lewat sini lagi.” mereka ingin kenangan bersama sore itu tetap tinggal dalam sebuah foto.

Pertemuan ini, kami kembali diingatkan bahwa ruang tidak hanya menjadi tempat bagi orang untuk beraktivitas, tetapi juga dapat membuka kesempatan bagi orang-orang dengan latar belakang berbeda untuk saling berinteraksi dan membangun kebersamaan.
Bahwa pengalaman di sebuah bangunan tidak selalu berhenti pada mengamati desain dan memahami fungsi ruang. Ada pula spontanitas, permainan, dan tawa yang menjadi bagian dari cara seseorang mengalami sebuah tempat.

Johan Huizinga, dalam pemikirannya tentang bermain sebagai bagian dari kebudayaan manusia, melihat bahwa bermain memiliki tempat dalam kehidupan kita, jauh melampaui sekadar hiburan. Momen-momen cair sore itu menjadi salah satu gambaran bagaimana sebuah kunjungan arsitektur juga dapat menghadirkan pengalaman bermain dan membangun kebersamaan.

Terima kasih untuk pertanyaan, cerita, dan tawa yang dibagikan sore itu. Sampai bertemu di perjalanan berikutnya.

#ExperiencingGuha #OMAHLibrary #GuhaTheGuild #LearningThroughSpace

(ty, fm)


Informasi OMAH Events lainnya di bawah ini:

PMI #45 – Herman Thomas Karsten: Arsitektur Bastar – Priyo Pratikno

#kelasomah Halo teman-teman semua, Perjalanan Mengenal Indonesia (PMI) kembali berlanjut melalui series #45. Episode kali ini bersama Pak Priyo Pratikno, mengangkat tema: “Herman Thomas Karsten: Arsitektur Bastar” Bastar merupakan entitas baru yang terbentuk dari penyatuan dua elemen dalam oposisi biner walau sering kali berkonotasi negatif. Dalam kerangka berpikir Barat, proses…

PMI #42 – Tektonika Retikulasi dan Tektonika Kuno-Kini – Dani Hermawan, Cahyo Novianto

#kelasomah Halo teman-teman semua, Perjalanan Mengenal Indonesia (PMI) kembali berlanjut melalui series #42. Ini episode kedua dari seri Tektonika Kayu untuk Arsitektur Kayu Masa Depan, dan terbagi dalam dua paparan: ▫️Paparan 1 bersama Dani Hermawan, dengan tema: “Tektonika Retikulasi” “Tektonika Retikulasi” merupakan eksplorasi yang mempertemukan komputasi, ketukangan, dan rekayasa material…

Bittersweet Memories In Design Experience | 68. Anton Siura

Di tengah pesatnya urbanisasi, hilangnya keanekaragaman hayati, dan tantangan perubahan iklim, membangun lanskap tidak lagi sekadar urusan estetika. Ia adalah upaya merajut ketahanan. Menjaga kesadaran itu bukanlah proses yang singkat, dan bagi Anton Siura, hal tersebut telah menjadi perjalanan profesionalnya selama lebih dari dua dekade. Dalam kultur industri yang sering…

Something went wrong. Please refresh the page and/or try again.

Leave a Reply

Discover more from OMAH Library

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading