Experiencing – Theodosius dan keluarga

Mungkin salah satu bentuk dukungan orang tua adalah ikut masuk ke dunia yang sedang dipelajari anaknya. Bukan untuk memberi jawaban, tetapi untuk berjalan bersamanya, memahami apa yang membuatnya bersemangat, dan mengenal impian yang sedang ia bangun.

Theo datang ke Guha bersama Papa, Mama, dan adik laki-lakinya dari Batam. Mereka sengaja berkunjung ke Jakarta untuk berlibur. Theo sendiri sedang menempuh pendidikan arsitektur di China dan sedang menikmati masa liburnya di Indonesia. Kali ini, hanya Theo dan papanya yang mengikuti Experiencing di Guha.

Sepanjang perjalanan, Theo banyak bertanya tentang material, logika arsitektur, hingga standar seperti ketinggian anak tangga di Indonesia. Papanya ikut menikmati percakapan itu. Beberapa kali, ketika melihat sesuatu yang menarik, ia menunjuknya kepada Theo dan berkata, “Nanti buat yang seperti ini.” Hari itu, kami melihat dukungan seorang ayah yang ikut hadir dalam mimpi anaknya, melihat apa yang membuat anaknya tertarik dan membayangkan masa depannya melalui hal-hal kecil yang mereka temukan hari itu.

Dalam Self-Determination Theory, Edward Deci dan Richard Ryan menjelaskan pentingnya memberi ruang bagi seseorang untuk menemukan jalannya sendiri. Dari Papa Theo, kami pun belajar bahwa mendampingi bukan selalu tentang memberi arah, tetapi tentang hadir, ikut melihat, dan membiarkan rasa ingin tahu tumbuh.

Percakapan mereka kemudian berkembang dari sistem Zoom meeting di kantor, red and blue chair, panel wastra, hingga bagaimana berarsitektur. kemudian di tengah perjalanan, keduanya juga senang ketika menemukan kambing di lantai dua Guha. Theo kemudian bercerita tentang beberapa hal yang menarik perhatiannya selama perjalanan, termasuk penggunaan sisa-sisa material proyek, Ia menyebut pengalaman itu inspirative dan beberapa hal yang ditemuinya ingin ia bawa ke dalam proses belajarnya selanjutnya.

Terima kasih Theo dan Papa, untuk pertanyaan dan percakapan yang dibawa ke Guha. Semoga apa yang ditemukan hari itu terus tumbuh menjadi ide-ide baru dalam perjalanan Theo ke depannya.

#ExperiencingGuha #OMAHLibrary #LearningThroughSpace #GuhaTheGuild
(ty, fm)


Informasi OMAH Events lainnya di bawah ini:

PMI #42 – Tektonika Retikulasi dan Tektonika Kuno-Kini – Dani Hermawan, Cahyo Novianto

#kelasomah Halo teman-teman semua, Perjalanan Mengenal Indonesia (PMI) kembali berlanjut melalui series #42. Ini episode kedua dari seri Tektonika Kayu untuk Arsitektur Kayu Masa Depan, dan terbagi dalam dua paparan: ▫️Paparan 1 bersama Dani Hermawan, dengan tema: “Tektonika Retikulasi” “Tektonika Retikulasi” merupakan eksplorasi yang mempertemukan komputasi, ketukangan, dan rekayasa material…

Bittersweet Memories In Design Experience | 68. Anton Siura

Di tengah pesatnya urbanisasi, hilangnya keanekaragaman hayati, dan tantangan perubahan iklim, membangun lanskap tidak lagi sekadar urusan estetika. Ia adalah upaya merajut ketahanan. Menjaga kesadaran itu bukanlah proses yang singkat, dan bagi Anton Siura, hal tersebut telah menjadi perjalanan profesionalnya selama lebih dari dua dekade. Dalam kultur industri yang sering…

Book Launching | Rumah Bosar, Karya Arsitektur Kayu Dayak Pesaguan

Dengan penuh sukacita, Jaringan Arsip Arsitektur Indonesia bersama OMAH Library mempersembahkan buku terbaru yang lahir dari ikhtiar panjang untuk mendokumentasikan, merawat, dan melestarikan khazanah arsitektur Nusantara sebagai warisan pengetahuan bagi generasi kini dan mendatang. Gagasan mengenai ruang, material, dan tektonika ini pertama kali dipaparkan secara lisan dalam forum PMI #20 pada 2022.…

Something went wrong. Please refresh the page and/or try again.

Leave a Reply

Discover more from OMAH Library

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading