Book Donation – Liany

Pada 29 Januari lalu, OMAH Library menerima donasi buku dari Kak Liany Sebastian, datang dengan cara sederhana, hampir tanpa kami sadari di tengah aktivitas hari itu. Kehadirannya membawa tambahan cerita baru untuk rak-rak literasi di OMAH, sekaligus menjadi pengingat bahwa kebaikan sering hadir dengan tenang, tanpa banyak suara.

Koleksi buku yang dibagikan cukup beragam, mulai dari novel fiksi dan nonfiksi, buku pengetahuan, kesehatan, hingga bacaan reflektif yang mengajak pembaca memahami diri dan kehidupan. Setiap buku membawa gagasan, sudut pandang, dan ruang perenungan yang berbeda. Buku-buku ini bukan sekadar kumpulan judul, melainkan bagian dari perjalanan yang pernah mengisi kesadaran, pemahaman, empati, serta proses bertumbuh dalam hidup Kak Liany.

Sebagaimana disampaikan Kak Liany, buku-buku ini dahulu diupayakan hadir untuk membangun dirinya — menemani proses belajar, bertanya, dan bertumbuh. Dengan kesadaran bahwa tidak ada yang kekal selain waktu, ia dengan tulus membagikannya agar dapat berguna bagi siapa saja, sebagaimana buku-buku tersebut pernah memberi makna dalam hidupnya. Kini, perjalanan itu berlanjut di ruang OMAH, menunggu untuk ditemukan dan dibaca oleh tangan-tangan baru.

Terima kasih atas kepercayaan dan ketulusan yang dibagikan. Semoga kebaikan ini kembali dalam bentuk berkat, kesehatan, kebahagiaan, dan sukacita. Semoga setiap halaman terus hidup, dibaca, dan memberi arti bagi para pembaca berikutnya di OMAH Library.


Informasi OMAH Events lainnya di bawah ini:

PMI #37 – Arsitektur Rentang Nusa

#kelasomah Halo teman-teman semua,Perjalanan Mengenal Indonesia (PMI) kembali berlanjut melalui series #37. Episode ini akan terbagi dalam 2 bagian: Paparan pertama bersama Pak Bayu Arie Wibawa, dengan tema:Joglo Petani: Jangkeping Urip Berangkat dari fenomena di Desa Pondokrejo, Rembang, di mana rumah joglo tidak hanya bertahan, tetapi terus bertambah dari waktu…

Arsitek(tur) Mumpuni Episode 10 | Rudy Utomo

Di berbagai karya yang beliau kerjakan—mulai dari bangunan, interior, hingga objek kerajinan—Pak Rudy Utomo melihat arsitektur sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari. Pendekatannya berangkat dari kedekatan dengan ketukangan. Praktiknya tumbuh dari tangan—melalui proses membuat dan mengolah material. Karyanya bergerak melalui kesederhanaan. Hal ini terlihat dalam berbagai proyek seperti Rumah Taman Giri…

Arsitek(tur) Mumpuni Episode 10 | Rudy Utomo

OMAH Library menghadirkan Pak Rudy Utomo dalam seri Arsitek(tur) Mumpuni Episode 10—sebuah sesi yang tidak hanya membicarakan arsitektur, tetapi juga perjalanan hidup yang membentuknya. Perjalanannya tidak dimulai dari kemapanan. Ia pernah gagal masuk jurusan arsitektur di Universitas Parahyangan pada percobaan pertama. Namun, pengalaman itu justru menjadi titik untuk mencoba kembali.…

Something went wrong. Please refresh the page and/or try again.

Published by Realrich Sjarief

Founder of RAW Architecture

Leave a comment