Bittersweet Memories in Design Experience | 27. Indhira Sagita

Narasumber

Indhira Sagita

Indhira Sagita lulus dari Universitas Indonesia dengan gelar Sarjana pada tahun 2016. Beliau memulai perjalanan karir profesionalnya di Singapura ketika bergabung dengan SAA Architects PTE LTD pada tahun 2017, dan kini, dengan pengalaman lebih dari 15 tahun, beliau telah berkontribusi pada lahirnya karya-karya terkemuka dan proyek kompleks di seluruh Asia. Perjalanannya mencakup peran penting seperti Associate/Project Lead di Woods Bagot Singapura dan Associate Director di Broadway Malyan Asia, di mana ia memainkan peran penting dalam merancang, mengoordinasikan, dan mengelola proyek berskala besar yang mencakup berbagai sektor, mulai dari kantor pusat perusahaan teknologi, ritel skala besar, dan mixed-use developments. Sebagai konsultan…

Bittersweet Memories in Design Experience – Indhira Sagita

Adakah dari teman-teman yang kantornya bertempat di Sudirman 78 Tower? Atau, adakah yang mungkin pernah sekadar melewati gedung tersebut? Jika ada, mungkin teman-teman pernah bertanya-tanya, “Siapa kira-kira yang mendesain gedung ini ya?” Yups! Gedung itu adalah salah satu karya Indhira dan tim ketika beliau menjabat sebagai associate director di Broadway Malyan Singapore.

Tidak hanya itu, Indhira juga terlibat di dalam beberapa proyek urban lainnya, seperti Menara Prudential Malaysia dan Google HQ Rio Bagmane di India. Melihat kiprahnya saat ini, Indhira Sagita sebenarnya juga pernah mengalami fase penempaan diri melalui begitu banyaknya proses belajar maupun jam kerja yang dihabiskan untuk melahirkan sebuah karya.

Beliau merupakan sosok arsitek yang memulai perjalanannya sebagai sarjana arsitektur Universitas Indonesia. Selepas kelulusan, Indhira banyak menggali pengalaman dalam proyek berskala interior. Tak lama kemudian, ia pindah ke Singapura dan memulai karirnya sebagai junior architect pada tahun 2007. Upayanya meraih mimpi harus tertunda ketika Resesi 2008 terjadi dan ia menjadi salah satu dari sekian banyak arsitek di biro internasional di Singapura yang dirumahkan saat itu. Lewat tulisannya “Tentang Resesi”, Indhira berbagi tentang apa yang ia alami dan rasakan sebagai seorang arsitek di tengah limbungnya ekonomi global dan sulitnya mencari pekerjaan yang menjadi realita bagi banyak orang. Indhira menyadari bahwa menjadi arsitek yang baik tidak hanya tentang selera desain, keterampilan software, dan juga kerja keras, tetapi juga tentang timing, kesempatan, dan keberuntungan.

#omahlibrary#homeofrestlessspirit#bittersweet#ceritaarsitekindonesia

Kuliah dilaksanakan tanggal 1 Desember 2023. Narasumber : Indhira Sagita


Berapa kelas wacana Bittersweet Memories in Design Experience lainnya bisa diakses di bawah ini:

Bittersweet Memories In Design Experience I 41. Stanley Gandhi Dwinanta dan Susy Gunawan

Di berbagai karya yang lahir sejak awal 2010-an, mulai dari interior, furnitur, hingga objek-objek eksperimental, Stanley Gandhi Dwinanta dan Susy Gunawan tidak melihat desain sebagai persoalan skala, melainkan sebagai situasi. Baik bangunan maupun berbagai elemen seperti bangku, railing, gutter, hingga sambungan, semuanya diperlakukan sebagai medan eksperimen. Tidak ada elemen yang “terlalu kecil” untuk didesain. Pendekatan ini tampak jelas dari cara material diposisikan. Alih-alih menumpuk banyak jenis material, praktik mereka justru berangkat dari reduksi: memilih sesedikit mungkin material, lalu mengeksplorasinya sedalam mungkin. Detail, sambungan, tekstur, hingga pertemuan antar bidang menjadi ruang tempat ekspresi muncul. Nilai material tidak dikejar semata dari efisiensi…

Keep reading

Something went wrong. Please refresh the page and/or try again.


Leave a comment