Form #6 – Philosophy

Bentuk dan Ruang adalah hal yang selalu menjadi pemikiran arsitek dan calon arsitek. Hari-hari selalu berkutat tentang menata ruang dan menggubah bentuk. Mari kita sedikit menurunkan ritme hidup yang berkejaran dengan waktu, menurunkan denyut nadi dan mencoba menyadari proses penciptaan bentuk di keseharian kita serta mencoba memahami konsekuensi-konsekuensinya. Bagaimana bentuk mulai terbersit saat tidur? Bagaimana gagasan bentuk mulai berwujud dalam angan saat melamun? Dan wujud dalam pikiran itu ternyatakan melalui tangan yang bekerja rajin.

Bentuk yang berwujud itu adalah “perkataan” arsitek. Bentuk adalah cara berkomunikasi arsitek yang mungkin saja setara dengan nyanyian seorang penyanyi, atau tarian seorang seniman tari yang bisa membuat penikmatnya tertawa dan menangis sebab sang penikmat melihat, mendengar, dan “menghuni” di dalam “kata-kata” arsitek. Hal yang menjadi penting bagi kelangsungan hidup arsitek justru pada apresiasi pengamat, di situlah oksigen bagi nafas kehidupan arsitek.

Bagaimana “kata-kata” arsitektur kalian?


Video will be updated.

Kuliah tanggal 01.09.2021, diisi oleh Johannes Adiyanto, moderator: Realrich Sjarief, host: Satria A. Permana


panelis menjawab

Q: Apa yang hal yang menarik di dalam kuliah Omah Library kali ini ?

A: Kuliah OMAH buat saya pribadi adalah ‘oase’ dari pencarian pengetahuan arsitektur. Sebab di Omah saya bisa mendapatkan banyak hal yang jarang dibicarakan di kampus atau di acara webinar lainnya. Diskusi meluas dan melebar kemana-mana yang membuka diskursus yang sehat.

Q: Apa harapan bapak mengenai kuliah Bentuk yang akan diadakan ?

A: Perbincangan tentang bentuk tentu akan berkaiterat dengan perbincangan tentang ruang, karena arsitektur tidak lepas dari dua hal tersebut. Dengan perbincangan Bentuk di OMAH library saya berharap ada diskusi yang meluas dan tidak hanya mengacu pada buku FDK Ching: Form, Space and Order semata, yang seakan menjadi buku ‘suci’ dalam wacana arsikektur.

Q: Kalau bapak punya pertanyaan mengenai bentuk, apa kira – kira yang ingin ditanyakan ?

A: Pertanyaan yang langsung muncul saat bicara Form saat ini adalah bagaimana form arsitektural diformulasikan jika sudah bicara dalam konteks ranah virtual space dengan pendekatan AI. Hal ini relevan karena ‘dunia nyata’ dengan ‘dunia maya’ sudah mulai terlihat kabur batas-batasnya dalam ‘dunia gamers’, sebagai contohnya. Atau perjalanan Jeff Bezoz ke angkasa, merupakan bukti lain yang akan memicu pertanyaan dasar tentang bentuk dalam arsitektur. Bagaimana pemikiran arsitektur bisa beradaptasi dengan perkembangan zaman tersebut, yang kemudian apa ‘bentuk arsitektur’ didefinisikan di masa depan?


Testimoni Peserta

Bentuk mengikuti budaya. Tidak ada bentuk yang muncul atau hadir tanpa diuji dan dicoba-coba untuk menghasilkan bentuk yang optimal sesuai fungsinya
Anonim

Menurut saya manusia memang selalu terdorong kepada tingkah laku “ingin tahu” dalam segala hal menurut nilai-nilai kebenaran karena kita akan selalu melibatkan pikiran dan logika, dan bagaimana kita mengaplikasikannya ke dalam keseharian arsitektur.
Nia Namirah Hanum

Pemaparan menarik dari pak Jo untuk sadar dalam melihat dan mendengar, tidur dan melamun, serta aksi mewujudkan abstrak menjadi karya nyata. Perlu menyadari bahwa bentuk tidak hanya terkait elemen arsitektur, tetapi tetang kehidupan serta suasana yang diciptakan dari bentuk. Proses pembentukan juga memiliki peran tidak hanya linear dari arsitek saja, tapi terdapat kompromi dari berbagai pihak di lapangan.
Naafi U. A.


Berikut ini adalah transkrip diskusi yang terjadi pada saat berlangsungnya kelas wacana Form pada 01.09.2021, diisi oleh Johannes Adiyanto, moderator: Realrich Sjarief, host: Satria A. Permana



Pembicara

Johannes Adiyanto

Johannes Adiyanto adalah dosen Prodi Arsitektur FT UNSRI. Seorang penjelajah pengetahuan arsitektur, sehingga menyebut dirinya Cantrik Kehidupan. Lulus sarjana dari Universitas Merdeka Malang dan lulus program magister dari ITS Surabaya dengan topik tesis ruang arsitektural Jawa dengan dasar Lakon wayang. Pada disertasi -yang juga diselesaikan di ITS Surabaya- dengan judul “Konsekuensi Filsafati Manunggaling Kawula Gusti pada Arsitektur Jawa, beliau mempelajari keterikatan antara arsitektur dengan filsafat, terutama filsafat Jawa. Di samping itu, Si Cantrik ini berkolaborasi dengan Realrich dalam penulisan buku; FEE, Cara Menulis Sejarah Arsitektur Indonesia, dan Craftgram. Johannes juga bergabung dengan beberapa lembaga, antara lain mAAN chapter Indonesia, LSAI,Continue reading “Johannes Adiyanto”


Beberapa kelas wacana Form lainnya bisa diakses di bawah ini:

Form #7 – Meaning

Bentuk adalah hal yang paling mudah untuk dikenali dari Arsitektur. Dengan segera begitu kita berada di depan suatu bangunan kita mencerap (perceive) bentuk. Di sisi lain, makna adalah hal yang paling mendalam sehingga memerlukan aktivitas mental dengan intensitas yang tinggi untuk dapat mengungkap makna suatu bentuk. Presentasi ini berupaya untuk menyajikan beberapa pendekatan yang dapat dilakukan untuk menghubungkan antara bentuk dan makna sehingga dapat memperkaya wawasan tentang kompleksitas hubungan antara keduanya. Pedekatan GEOMETRIS RASIONAL. Pendekatan ini didasarkan pada kemampuan abstraksi suatu sosok menjadi bangun geometris tertentu yang dapat dipahami sebagai suatu keteraturan rasional. Keteraturan ini memiliki beragam dimensi, seperti abstraksi…

Keep reading

Form #5 – Culture

There is more than just the human race in this world, but other creatures and nature as well. By caring for our surroundings, we can learn how to be humane, not to put humans at the center of everything, and listen to things around us. Boonsarm Premthada will join OMAH Library this week by sharing his experience designing forms as a respond to the need of an environment which not only occupied by human, but also by other creatures. In the Elephant Museum he designed in 2015, he was inspired by local lifestyle, material, and building technique to create an…

Keep reading

Form #4 – Critique

Kelas keempat ini mendefinisikan kritik sebagai sub-bagian dari sebuah “ekosistem” sebagai sebuah praktek, disiplin, dan sebuah rumpun kebudayaan. Untuk itu, arsitektur tidak lagi dilihat sepihak oleh pelakunya (arsitek, pendidik, dan calon arsitek) tetapi juga diposisikan sebagai sebuah rumpun kebudayaan yang melayani banyak pihak—klien, pengguna, masyarakat umum, dan pemerintah. Untuk itu, arsitektur akan berperan besar apabila dapat dikembangkan sebagai sebuah pengetahuan—“pengetahuan arsitektur”. Sebagai praktek dan disiplin yang masih seringkali dipahami setengah-setengah, arsitektur dapat melayani para pemangku kepentingan dengan lebih baik apabila secara sistematik mengupayakan produksi pengetahuan arsitektur, yang salah satunya digali dan diangkat ke permukaan dengan kritik. Dalam kerangka seri webinar…

Keep reading

Form #3 – Technique

Sebagaimana prolog yang telah diberikan oleh Ryadi Adityavarman, Bentuk-Ruang merupakan perwujudan utama pemikiran dan perancangan arsitektur. Dengan demikian, pemahaman gubah bentuk-ruang sekaligus menjadi tumpuan keahlian penting bagi peminat dan pegiat arsitektur. Ryadi Adityavarman menitik beratkan topik presentasi webinar nanti dengan memulainya dari prinsip dasar gubah bentuk-ruang dan mengangkat proses pembelajaran mahasiswa di studio, dalam sistem pendidikan desain di Amerika Serikat sebagai cermin pembanding. Ryadi Adityavarman memberikan gambaran bahwa pembahasan akan dilakukan secara singkat namun padat dengan mengkaji karya gubah bentuk-ruang untuk mahasiswa dalam studio tingkat awal. Dan titik utama bahasan mengenai metode parti sebagai warisan lanjut dari tradisi Ecole de’…

Keep reading

Form #2 – Origin

The questions of Origin is related to Identity, and it is about our mindset and ideological construct. Architecture is the physical manifestation of human culture, the product of human ideological construct and mindset. The physical articulation of architecture and the city is the reflection of the “spirit of the ages” (“Zeitgeist”) or the social-political-cultural aspects of the people, evolving along the historical timeline. Being at the cross-road of civilizations, Southeast Asia has been very open towards various influences from various cultures. The different layers from different cultures have been super-imposed, transplanted, adapted, hybridized, and naturalized along with its history, forming…

Keep reading

Form #1 – Theory

Ini adalah sebuah sesi yang membahas Teori Wacana Bentuk. Teori bentuk adalah perkara sudut pandang yang tidak terlepas dari pandangan dualistis bentuk dan ruang. Bila kita hendak menjelaskan ruang, kita seperti dihadapkan pada situasi bagaimana menjelaskan air kepada ikan. Namun bila kita hendak menjelaskan bentuk, apakah kita berarti menjelaskan tentang sosok ikan? Atau kita hendak menjelaskan sosok gunung, bukit, danau, sungai, muara-muara, pulau-pulau dan patahan-patahan benua yang memuat dan mengalirkan air? Atau lebih baik kita menjelaskan komposisi lapis-lapis atmosfer yang melingkup bumi agar air tidak terurai lepas ke kosmos? Apakah penjelasan mengenai bentuk hanya bagian dari sebuah sistem, mekanisme, algoritma…

Keep reading

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s