Wacana Nusantara – 03 Teori

Tidak dapat dipungkiri lagi; setidaknya dalam dua dekade terakhir, Arsitektur Nusantara telah berkembang pesat dari sekedar wacana pinggiran menjadi primadona media arus utama. Dalam prakteknya; Arsitektur Nusantara-pun telah mampu bermetamorfosa dari insiden kawin-paksa bangunan-bangunan pemerintahan yang berbadan modern dan beratap tradisional, menjadi khasanah arsitektur multifungsi kontemporer yang tampil luwes dan selaras. Kemudian, dalam usahanya mereproduksi metode desain yang mampu menjawab tantangan jaman; apakah teori Arsitektur Nusantara juga telah mampu mengimbangi kecepatan perkembangan belahan (jiwa) praksisnya?

Sebagai hilir dari berbagai ilmu, arsitektur memiliki banyak irisan-irisan multi-disipliner yang apabila tidak dikonfrontasikan secara gamblang; justru berpotensi untuk menghambat laju pengembangan teoritiknya. Di arus hulu, hal ini mungkin tidak banyak muncul kepermukaan, terutama bila mengacu kepada ilmu-ilmu sains/keteknikan dan kesenian.

Namun pola hubungan yang berbeda terjadi dengan bidang-bidang hilir ilmu sosial seperti: sejarah, arkeologi, antropologi dan etnografi. Lantas bagaimana dengan penggunaan kata ‘Nusantara’ itu sendiri? Apakah ‘Nusantara’ adalah pilihan kata yang tepat dalam penamaan bidang-bidang keilmuan yang dilahirkan di Indonesia?

Dalam usaha mengglobalkan Nusantara, tumbukan dengan apa yang telah menjadi konsensus global adalah suatu keniscayaan yang tidak dapat dihindari apalagi dinegasikan. Pada akhirnya, tumbukan tersebut harus dikelola dengan membangun ‘jembatan teori’ yang dapat Mengakomodasi kedua belah pihak: baik yang lokal, maupun yang global. Sebuah ‘jembatan teori’ yang tidak akan pernah terwujud selama badan tubuh teori kenusantaraan masih tersekat-sekat seperti ‘anjungan-anjungan di Taman Mini Indonesia Indah.


Testimoni Peserta

Materi yang disampaikan menarik dan mudah dipahami.
-Vincent-

Setiap sesi diskusi selalu membuka wawasan terhadap materi baru. Kadang mudah, kadang seperti dilempar ke dunia baru yang menyenangkan.
-Endah Tisnawati-

Wacana dari pak nanda memberi insights yg lbh mendalam ttg teori arsitektur
-Ami Arfianti-

Materi yang luar biasa
-Prima Widia Wastuty-

Materi yang disampaikan menarik dan mudah dSangat menarik dan membuka wawasan.
-George Marvin-


Pembicara

Eka Swadiansa

Eka Swadiansa adalah principal dari Office of Strategic Architecture (OSA), founding member Global University for Sustainability (GU) dan kurator SPIRIT_45/47/55. Sebagai kurator; ia telah mengkurasi roundtable arsitektur di the Rise of Asia 2018 (Universite Paris 1 Pantheon Sorbonne & Universite Le Havre du Normandie), SPIRIT_45 (Sinar Fontaine Bartholdi, Lyon & ENSAContinue reading “Eka Swadiansa”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s