Realrich Sjarief

Forum Replies Created

Viewing 9 posts - 1 through 9 (of 9 total)
  • Author
    Posts
  • in reply to: w a k t u #36935
    Realrich Sjarief's avatarRealrich Sjarief
    Keymaster
      Ini kembangan yang eksploratif forum oma, Pak Ryadi, dan rasanya cocok dengan desain yang situasional. Lima jalur sekaligus, dan semuanya bisa jadi obrolan sendiri sendiri. Yang paling menggoda saya nomor terakhir, batu pijak taman Jepang itu. Arsitek mengatur langkah orang, berarti mengatur temponya, berarti sebenarnya sedang menggubah waktu tanpa menyentuh jam. Itu jawaban paling konkret sejauh ini untuk pertanyaan dirancang atau diterima, tern
      in reply to: Arsitek Indo-Belanda, Kenapa Penting? #36933
      Realrich Sjarief's avatarRealrich Sjarief
      Keymaster
        Mas Nanda dan Pak Ryadi, ternyata sedang menunjuk hal yang sama dari dua arah. Mas Nanda menyebut “larger economic and political forces”, Pak Ryadi menyebut “transaksi kekuatan”. Ikan memang berenang di air, dan air itu tidak netral, ada yang mengatur arusnya.

        Yang kritis dari kalimat Mas Nanda buat saya, soal local wisdom yang mengeksotiskan. Dan kalau dipikir lebih jauh, pedangnya bermata dua. Ke luar ia membuat yang lokal jadi tontona

        in reply to: Arsitek Indo-Belanda, Kenapa Penting? #36698
        Realrich Sjarief's avatarRealrich Sjarief
        Keymaster
          Satu hal yang ingin saya tambahkan. Bengong itu bukan berhenti berpikir, melainkan cara berpikir yang lain. Di dalamnya penglihatan, pendengaran, suhu, bau, dan waktu bekerja bersamaan, dan refleksi tidak menunggu di belakang sebagai tahap berikutnya, ia ikut hadir di dalamnya. Kita melihat sambil menimbang, mendengar sambil mengenang, merasakan sambil mempertanyakan. Itu sebabnya ia berbeda dari survei, yang memisahkan, mengukur dulu lalu memiki
          in reply to: Arsitek Indo-Belanda, Kenapa Penting? #36697
          Realrich Sjarief's avatarRealrich Sjarief
          Keymaster
            Kalimat Mas Jo soal kata kerja dan kata sifat itu indah, dan saya setuju arsitektur adalah proses dan kualitas, bukan benda mati.

            Mengenai si kata benda yang barusan dikomentari, justru di bendanya semua kata kerja dan kata sifat itu diuji. Dinding yang bocor, kayu yang melengkung, anggaran yang jebol, itu semua urusan benda, dan benda tidak bisa dipuisikan keluar dari masalahnya. Rasa pun butuh wadah, dan wadah itu benda.

            Barangkali bahayanya

            in reply to: Arsitek Indo-Belanda, Kenapa Penting? #36696
            Realrich Sjarief's avatarRealrich Sjarief
            Keymaster
              Terima kasih Mas Nanda. Kalau Mas Jo dan Pak Ryadi membaca Pont dan Karsten dari kedekatannya dengan Jawa, Mas Nanda mengingatkan bahwa kedekatan itu sendiri lahir di dalam proyek kolonial, bukan di luar.

              Jembatan yang kita kagumi itu dibangun di atas tanah yang sedang dikuasai. Dua bacaan ini tidak harus dipilih salah satu, tapi juga tidak bisa ditumpuk begitu saja seolah tidak saling berimplikasi.
              Pertanyaan yang muncul buat saya, kalau empati

              in reply to: Arsitek Indo-Belanda, Kenapa Penting? #36692
              Realrich Sjarief's avatarRealrich Sjarief
              Keymaster
                Terima kasih Pak Ryadi. Ternyata bekal ransel dari kuliah tahun pertama itu yang paling awet, bukan yang dihafal untuk ujian.

                 

                Peluru pertama Emerson itu pilihan yang tepat. Yang saya suka, tembakan itu terkenal bukan karena kekuatannya, tapi karena ada yang mendengar dan meneruskannya. Kira kira begitu juga forum ini, nilainya bukan pada siapa menembak duluan, tapi pada siapa yang menyambung.

                Kopral, peluru kedua ditunggu oleh serdadu t

                in reply to: Arsitek Indo-Belanda, Kenapa Penting? #36688
                Realrich Sjarief's avatarRealrich Sjarief
                Keymaster
                  Terima kasih Mas Jo, soal Pont dan ibu Karsten itu penting, saya hampir menulis sebaliknya.

                   

                  Yang menarik dari uraian Mas Jo, dua cara mengenal jati diri dari Prof Josef itu, menggali ke dalam dan mencari kawan dialog. Kalau begitu, Delft bukan cuma bekal teknis, ia justru menjadi jarak yang memungkinkan mereka melihat Jawa sebagai sesuatu yang bisa dipertanyakan, bukan sekadar dijalani.

                   

                  Dan Gibran yang dibawa Mas Jo itu menyambu

                  in reply to: w a k t u #36672
                  Realrich Sjarief's avatarRealrich Sjarief
                  Keymaster
                    Terima kasih Pak Ryadi, ruang sudah lama kita bahas, waktu jarang kita diskusikan.

                     

                    Satu pancingan dari saya. Giedion menulis waktu sebagai pengalaman bergerak menembus ruang, tapi ada waktu jenis lain yang jarang masuk buku, yaitu waktu yang dialami bangunan setelah ditinggal arsitek. Lumut, retak, tambahan yang dibuat penghuni, ruang yang berubah fungsi.

                     

                    Yang ingin saya lempar ke ruangan ini, apakah waktu dalam arsitektur itu s

                    in reply to: Arsitek Indo-Belanda, Kenapa Penting? #36668
                    Realrich Sjarief's avatarRealrich Sjarief
                    Keymaster
                      Terima kasih Pak Ryadi, pembuka yang padat.

                       

                      Sebelum melanjutkan, izinkan saya meletakkan dua istilah, “sedikit mencari tahu ” yang Bapak sebut, supaya teman-teman yang baru masuk bisa ikut.

                       

                      “Emic” dan etic berasal dari Kenneth Pike, diambil dari phonemic dan phonetic. Emic adalah cara memandang dari dalam, memakai kategori yang dipakai oleh orang yang menjalani budaya itu sendiri, misalnya pendapa, pringgitan, senthong,

                    Viewing 9 posts - 1 through 9 (of 9 total)