Forum Replies Created
-
AuthorPosts
-
Banyak kemungkinan translasi perubahan Waktu ke arsitektur: ini garis besar yg wajib dilengkapi ditambah dng diskusi pasar oma 🙂
– melalui bahan puitis spt patina mirip sensibilitas wabi sabi kintsugi
– “ruin” aesthetic sekarang mulai “in” disini  bangunan2 terlantar di disain ulang justru sambil menjaga karakter zombie nya 🙂
– aspek cahaya dan bayang pergeseran sinar matahari mencerminkan perubahan waktu di ruan
Banyak kemungkinan translasi perubahan Waktu ke arsitektur: ini garis besar yg wajib dilengkapi ditambah dng diskusi pasar oma 🙂– melalui bahan puitis spt patina mirip sensibilitas wabi sabi kintsugi
– “ruin” aesthetic sekarang mulai “in” disini  bangunan2 terlantar di disain ulang justru sambil menjaga karakter zombie nya 🙂
– aspek cahaya dan bayang pergeseran sinar matahari mencerminkan perubahan waktu di ruang yang sama mampu menciptakan pengalaman selalu baru/lain
– pemakaian ruang berdasar waktu pemakaian dapat mempengaruhi disain. Â Ini jelas penting tapi sering lupa
– mirip komposer atur waktu diam lambat cepat legato staccato dsb pengalaman kinestetik ruang. Disain batu pijak taman Jepang salah satu contoh jelas atur waktu berikut perilaku dan perhatian sewaktu jalan sbg strategi prosesi disain
Saya coba tambah gerbong diskusi:-). Arsitek, mungkin tergiur oleh pes anoa khusus ilmu arsitektur, memang sering terpaku pada obyek/kata benda  Perhatikan foto2 para arsitek yg bagus tapinya biasanya bangunan hampa manusia:-). Aspek manusia seperti ada dan tiada. Kata kerja bisa mencakup kinerja fisik bangunan (ini yang biasanya juga sering perlu diingatkan melalui jurus tektonika, hemat enersi dsb). Kata kerja untuk menangkap perlaku fungsi ySaya coba tambah gerbong diskusi:-). Arsitek, mungkin tergiur oleh pes anoa khusus ilmu arsitektur, memang sering terpaku pada obyek/kata benda  Perhatikan foto2 para arsitek yg bagus tapinya biasanya bangunan hampa manusia:-). Aspek manusia seperti ada dan tiada. Kata kerja bisa mencakup kinerja fisik bangunan (ini yang biasanya juga sering perlu diingatkan melalui jurus tektonika, hemat enersi dsb). Kata kerja untuk menangkap perlaku fungsi yang perlu diwadahi. Karena manusia bukan robot android maka perlu ditambah kata sifat untuk pengalaman rasa bernuansa. Semua jenis kata perlu dirangkum menjadi kalimat disusun dengan tata bahasa baik namun kreatif sebagai narasi cerita yang idealnya tepat guna, sarat makna, puitis indah menciptakan kesan pengalaman yang mencerahkan bagi manusia penggunanya. Arsitek sebagai story teller yang mumpuni melalui bahasa ruang bentuk arsitektur. Mirip Homer melalui cerita kata mewarisi Illiad dan Odysseus-
This reply was modified 1 month, 2 weeks ago by
rdv8998.
Terima kasih mas Nanda bantu mengingatkan. Saya baru bangun pagi belum minum kopi tergugah baca2 berbagai pemikiran bernas di forum oma. Ibarat ikan (manusia) berenang di air (budaya). Semua cara pikir, sistem transaksi perilaku dan hasil budaya artefak termasuk arsitektur (pengaruh secara gradasi menciptakan pola tertentu berlaku pada semua hirarki skala dari pribadi hingga institusi tingkat negara) berasal – berkembang  dalam lingkup budTerima kasih mas Nanda bantu mengingatkan. Saya baru bangun pagi belum minum kopi tergugah baca2 berbagai pemikiran bernas di forum oma. Ibarat ikan (manusia) berenang di air (budaya). Semua cara pikir, sistem transaksi perilaku dan hasil budaya artefak termasuk arsitektur (pengaruh secara gradasi menciptakan pola tertentu berlaku pada semua hirarki skala dari pribadi hingga institusi tingkat negara) berasal – berkembang  dalam lingkup budaya berdasar tempat waktu situasional secara dinamis berubah menerus. Singkatnya apapun pasti terpengaruh oleh konteks/sistem budaya secara luas menyeluruh. Pada dasarnya/biang keroknya boleh dibilang dari prinsip sederhana: Masalah transaksi kekuatan (power system).Terima kasih mas Jo “Athos” bantu mencerahkan dari sisi sejarah yang lengkap dan lebih asyik lagi (menurut saya pribadi): kebijaksanaan yang puitis
Terima kasih mas Realrich: Uraian “Emic” dan “Etic” mantap membuat kita belajar lebih dalam! Dua istilah yang masih teringat dari kuliah tahun pertama Antropologi Unpad. Sedikit sisa bekal di ransel ternyata memungkinkan napak tilas ke banyak tempat.Puisi “Concord Hymn” Ralph Waldo Emerson:
Dipinjam pleh Kopral Siomay Kentangtahukol untuk Forum Oma: ibarat peluru tembakan2 awalan semoga membuka diskusi yang merdeka!
Terima kasih mas Realrich: Uraian “Emic” dan “Etic” mantap membuat kita belajar lebih dalam! Dua istilah yang masih teringat dari kuliah tahun pertama Antropologi Unpad. Sedikit sisa bekal di ransel ternyata memungkinkan napak tilas ke banyak tempat.Puisi “Concord Hymn” Ralph Waldo Emerson:
Dipinjam pleh Kopral Siomay Kentangtahukol untuk Forum Oma: ibarat peluru tembakan2 awalan semoga membuka diskusi yang merdeka!
The phrase ‘shot heard round the world’ refers to the first gunfire that sparked the American Revolutionary War on April 19, 1775, symbolizing the start of the struggle for independence from British rule. It has since become a metaphor for any significant event that triggers widespread change or conflict
Kelimpok Indo-Eropa dapat dianggap sebagai perintis gerakan arsitektur modern di Indonesia (Hindia Belanda). Sebagian arsitek muda, “blasteran”,  yang progresif dengan ujung tombak MacLaine Pont dan Thomas Karsten berupaya menemukan prinsip arsitektur yang hormat pada lingkungan budaya setempat dan ramah pada iklim tropis. Strategi mereka cerdas dan sederhana mencoba menemukan Jati Diri dengan cara hibrid menggabungkan sistem ruang/bentuk arKelimpok Indo-Eropa dapat dianggap sebagai perintis gerakan arsitektur modern di Indonesia (Hindia Belanda). Sebagian arsitek muda, “blasteran”,  yang progresif dengan ujung tombak MacLaine Pont dan Thomas Karsten berupaya menemukan prinsip arsitektur yang hormat pada lingkungan budaya setempat dan ramah pada iklim tropis. Strategi mereka cerdas dan sederhana mencoba menemukan Jati Diri dengan cara hibrid menggabungkan sistem ruang/bentuk arsitektur vernakular “Indo” dengan sistem keteknikan struktur konstruksi modern/“Eropa”.
Peran kelompok ini jelas punya dampak penting. Pertanyaan menohok dari Oma dan juga Opa: Apakah generasi arsitek yg tumbuh berakar di bumi pertiwi  yang benar akan sanggup menemukan Jati Diri. Debat antara Emic vs Etic. Nah awal tembakan peluru pertama ini oleh Kopral Siomay KembangTahuKol :-). Silahkan dilanjutkan semoga dengan diskusi yang hangat bergairah. Catatan: tanggapan ini diketik pagi2 secara spontan berdasar ingatan mulai lamur membuat skripsi 4 dasawarsa silam. -
This reply was modified 1 month, 2 weeks ago by
-
AuthorPosts
