Summary 99 % Abstraksi : The Voice of the Village? I Eko Agus Prawoto- Bandung, Yogyakarta, Jakarta

Terima kasih kepada seluruh stakeholder yang telah berperan dalam terselenggaranya rangkaian acara 99% Abstraksi. Acara ini terwujud berkat kolaborasi bersama IAI, ITB, dan Yayasan Eko Agus Prawoto (YEAP), yang digelar di tiga kota—Bandung, Yogyakarta, dan Jakarta—sebagai ruang berbagi gagasan, ingatan, dan refleksi atas pemikiran Eko Prawoto.

Di tiga kota ini, para penanggap hadir untuk membagikan kisah juga kesan terhadap buku The Voice of the Village: Eko Prawoto. Pemikiran Pak Eko Prawoto dibaca ulang, tidak untuk dibakukan, melainkan untuk terus dipertanyakan dan diteruskan. Yang tersisa bukan sekadar rangkuman karya, tetapi jejak sikap: keberpihakan pada manusia, kepekaan pada konteks, dan kesetiaan pada proses. Harapannya, semangat Pak Eko Prawoto bisa terus hidup dalam cara kita belajar, bersikap, dan mempraktikkan arsitektur dengan rendah hati dan manusiawi.


Informasi OMAH Events lainnya di bawah ini:

Bittersweet Memories In Design Experience I 41. Stanley Gandhi Dwinanta dan Susy Gunawan

Di berbagai karya yang lahir sejak awal 2010-an, mulai dari interior, furnitur, hingga objek-objek eksperimental, Stanley Gandhi Dwinanta dan Susy Gunawan tidak melihat desain sebagai persoalan skala, melainkan sebagai situasi. Baik bangunan maupun berbagai elemen seperti bangku, railing, gutter, hingga sambungan, semuanya diperlakukan sebagai medan eksperimen. Tidak ada elemen yang…

PMI #34 – Arsitektur Rentang Nusa

#kelasomah Halo teman-teman semua,Perjalanan Mengenal Indonesia (PMI) kembali berlanjut di tahun ini melalui series #34. Episode ini akan terbagi dalam 2 bagian: Bagian pertama bersama Pak Susilo Kusdiwanggo, mengangkat tema:Pancer Pangawinan dalam Transmisi & Transisi Tradisi. Dalam konteks Masyarakat Adat Pancer Pangawinan, tradisi hadir melalui konsep pamali. Bukan sekadar larangan…

Experiencing – Mega, Celine, Alviony, Arinta dan Asya

10 Januari lalu, OMAH Library kedatangan lima teman yang mengikuti Experiencing di Guha The Guild: Kak Mega, Kak Celine, Kak Arinta, Kak Asya, dan Kak Alviony. Mereka datang dengan latar yang beragam—ada mahasiswa arsitektur, creative director, hingga product development. Perbedaan latar itu justru bertemu pada satu hal yang sama: keinginan…

Something went wrong. Please refresh the page and/or try again.

Published by Realrich Sjarief

Founder of RAW Architecture

Leave a comment