Bittersweet Memories in Design Experience | 28. Faried Masdoeki

Narasumber

Faried Masdoeki

Setelah lulus dari Universitas Parahyangan pada tahun 1988, Faried Masdoeki bergabung di Grahacipta Hadiprana (telah berganti nama menjadi Hadiprana Design Consultant). Beliau telah berkarir lebih dari tiga dekade di bidang arsitektur. Saat ini, beliau merupakan Principal & Design Director di Hadiprana Design Consultant dan merupakan salah satu pengurus dari Ikatan Arsitek Indonesia. Selama beliau berkarir, beliau telah terlibat dan bergabung di lebih dari ratusan proyek, seperti Hotel Royal Tulip Gunung Geulis Bogor, Bali Intercontinental Resort Hotel, Rumah Luwih Beach Resort Bali, renovasi Grand Hyatt Jakarta, dan lain sebagainya.

Bittersweet Memories in Design Experience – Faried Masdoeki

Di @rumaharsitekturindonesia dan studio kami, duduk melingkar dan diskusi bersama terlepas dari hirarki yang ad menjadi budaya yang terus diupayakan di tengah kesibukan. Dari sana, kami merajut ekosistem agar kreativitas dan pemikiran tidak terputus.

Di diskusi Bittersweet lalu, Pak Faried bercerita bahwa di awal perjalanan bergabung di Hadiprana Desain Consultant, beliau tidak bisa melihat batasan antara arsitektur, desain interior, dan artwork. Maka dari itu, keterbukaan diri terhadap sekitar dan kesediaan untuk mengosongkan gelas dalam mempelajari arsitektur maupun disiplin ilmu yang lain menjadi penting.

Beliau berbagi faktor-faktor yang berkontribusi pada kekhasan desain Hadiprana, di antaranya kebiasaan menginap di site selama seminggu untuk mengamati iklim dan budaya setempat. Selain itu, setiap sore ada diskusi dengan komunitas seniman untuk menciptakan berbagai produk seni yang dimasukkan ke dalam proyek. Dengan begitu cerita dari proyek bisa dibangun sedemikian dalam.

Dapat disimpulkan bahwa perjalanan panjang berarsitektur memerlukan kolaborasi panjang. Selama 65 tahun Hadiprana Design Consultant berdiri, mereka berhasil menemukan DNA desainnya, menata sistem manajemen, menyusun proses suksesi tim, serta merajut ekosistem pendukung. Kesetiaan Pak Faried selama kurang lebih 30 tahun menempatkan dirinya di titik vital yang menghubungkan benang merah multigenerasi di Hadiprana, dan pada akhirnya menjadi sumbangsih bagi ekosistem arsitektur Indonesia.

Setelah pensiun, Pak Faried memilih untuk berpraktik sendiri, mengambil proyek-proyek yang lebih personal seperti rumah dan kembali menggeluti sketsa. Pak Faried berpesan bahwa penting untuk memiliki hal lain di luar pekerjaan utama kita karena dari hal yang kita cintai suatu saat kita akan menemui proses “The New Beginning” masing-masing.

Baca summary selengkapnya di
OMAH Journals – https://omahlibrary.org

@fariedms
@omahlibrary
@guhatheguild

#rumaharsitekturindonesia #omahlibrary #guhatheguild #ArchitecturalDiscussions #librarydialoguehub #architecturestudentlife #jakarta #indonesia

Kuliah dilaksanakan tanggal 26 Januari 2024. Narasumber : Faried Masdoeki


Berapa kelas wacana Bittersweet Memories in Design Experience lainnya bisa diakses di bawah ini:

Bittersweet Memories In Design Experience I 42. Marco Kusumawijaya

Bittersweet Memories in Design Experience – Episode 42 Pak Marco Kusumawijaya adalah seorang praktisi dan penulis yang bergerak di bidang arsitektur, lingkungan, dan urbanisme. Praktiknya selama puluhan tahun tidak hanya berakar pada desain, tetapi juga pada upaya membaca kota sebagai ruang hidup yang dibentuk oleh relasi sosial dan sejarah. Ia pernah menjabat sebagai Director dari Jakarta Arts Council pada Juli 2006 hingga Januari 2010. Pada tahun 2010–2017, Pak Marco menjadi Founding Director dari Rujak Center for Urban Studies, sebuah pusat kajian yang berfokus pada isu-isu perkotaan, lingkungan, dan spasial. Perannya dalam kebijakan publik berlanjut sebagai Kepala Coastal Committee di Jakarta…

Keep reading

Something went wrong. Please refresh the page and/or try again.


Leave a comment