cantrikkehidupan

Forum Replies Created

Viewing 4 posts - 1 through 4 (of 4 total)
  • Author
    Posts
  • in reply to: Arsitek Indo-Belanda, Kenapa Penting? #36694
    cantrikkehidupan's avatarcantrikkehidupan
    Participant

      Karena arsitektur bukan sekedar susunan batu atau kayu saja, tapi sebuah ‘puisi’. Bahkan terkadang lebih dari susunan kata-kata indah dan berima, namun justru sebuah hidup itu sendiri. Arsitektur adalah kata kerja sekaligus kata sifat, jangan dikerdilkan sebagai kata benda saja.

      in reply to: Arsitek Indo-Belanda, Kenapa Penting? #36693
      cantrikkehidupan's avatarcantrikkehidupan
      Participant
        Hal yang sering saya lakukan adalah dengan teknik sinkronik diakronik. Mejabarkan secara runtutan waktu (time line), dan kemudian menukik ke dalam di beberapa titik melalui analisis tekstual. Namun belakangan ini saya merasa ada yang kurang jika hanya menggunakan teks semata. Salah satu Guru saya, Alm Galih Widjil Pangarsa pernah mengajarkan tentang buku garing (buku kering) dan buku teles (buku basah). Buku kering adalah pengetahuan yang diangka
        in reply to: Arsitek Indo-Belanda, Kenapa Penting? #36686
        cantrikkehidupan's avatarcantrikkehidupan
        Participant
          The Seven Selves

          BY KAHLIL GIBRAN

          In the stillest hour of the night, as I lay half asleep, my seven
          selves sat together and thus conversed in whisper:

          First Self:  Here, in this madman, I have dwelt all these years,
          with naught to do but renew his pain by day and recreate his sorrow
          by night.  I can bear my fate no longer, and now I rebel.

          Second Self:  Yours is a better lot than mine, brother, for it is
          given to me to be

          in reply to: Arsitek Indo-Belanda, Kenapa Penting? #36685
          cantrikkehidupan's avatarcantrikkehidupan
          Participant
            Saya masih ingat dalam sebuah kuliah dari Prof Josef saat saya masih kuliah S2 tahun 2001. Beliau menyatakan bahwa untuk mengenal jati diri yaitu dengan 2 cara. Cara pertama adalah menggali dalam diri sendiri, dialogis personal, bertanya terus menerus dengan diri sendiri. Cara kedua adalah mencari kawan dialog, mengenal diri melalui orang lain.

            Karsten dan Pont melalukan pendekatan kedua, dengan melakukan dialektika dengan orang lain. Walau seca

          Viewing 4 posts - 1 through 4 (of 4 total)