10 Januari lalu, OMAH Library kedatangan lima teman yang mengikuti Experiencing di Guha The Guild: Kak Mega, Kak Celine, Kak Arinta, Kak Asya, dan Kak Alviony. Mereka datang dengan latar yang beragam—ada mahasiswa arsitektur, creative director, hingga product development. Perbedaan latar itu justru bertemu pada satu hal yang sama: keinginan untuk memahami ruang lebih dalam melalui pengalaman langsung.
Sejak awal perjalanan, suasana terasa fokus. Dari keheningan itu terlihat bagaimana masing-masing menghayati ruang dengan caranya sendiri. Langkah demi langkah di Guha diisi dengan mendengarkan, mengamati, dan menangkap makna di balik setiap penjelasan. Meski interaksi tidak terlalu banyak, perhatian mereka terasa utuh. Ruang diterima apa adanya—tanpa tergesa, tanpa perlu banyak kata.
Experiencing ini menjadi perjalanan, yang bukan tentang seberapa banyak yang dibicarakan, melainkan seberapa dalam ruang diterima. Sebuah pengingat bahwa memahami arsitektur tidak selalu dimulai dari teori, tetapi dari kehadiran yang utuh.
Di akhir Experiencing, kesan pun ditinggalkan.
Kak Mega “Suasana yang tenang, seolah berada di ruang pribadi.”
Celine Yong “Super impressed that such a small house (from the outside). It felt like entering another dimension each time I stepped into a new room—almost like Narnia. I love all the stories and details of the space. Super inspirational, and I would love to come again.”
Kak Arinta “First time visiting OMAH Library. Pengalaman yang menyenangkan mengikuti guided experience.”
Kak Asya “Sangat menarik dan mendapat ilmu yang bermanfaat sebagai mahasiswa arsitektur. Saya mendapat pemahaman dari hal-hal yang sebelumnya saya pelajari.”
Kak Alviony “Unique experience. This was my third visit, and this time I brought one of my colleagues along. The guide provided very detailed explanations that helped us understand the ideas and rationale behind the design.”
Setiap Experiencing selalu membawa ritmenya sendiri. Hari itu, Guha menjadi ruang kontemplasi, tenang, intim, dan jujur.
Terima kasih sudah meluangkan waktu. Semoga pengalaman ini menjadi bekal kecil untuk perjalanan belajar dan memahami ruang ke depannya.







