PMI #31 – Khazanah Arsitektur Dayak – Yoris

#kelasOMAH

Arsitektur Dayak tidak dapat dipahami hanya sebagai wujud fisik yang hadir, tetapi sebagai cerminan budaya Kalimantan yang kaya dan menyatu dengan alam. Ia tumbuh dari relasi ekologis yang kompleks antara manusia dan lingkungannya, menjadikannya sebagai bentuk pengetahuan yang tidak hanya berupa artefak budaya, melainkan pengetahuan tradisi yang hidup. Arsitektur ini lahir dari pengalaman turun-temurun, melalui penyesuaian terhadap iklim, pemanfaatan material lokal, serta praktik kehidupan sehari-hari masyarakat yang berjalan secara terus-menerus.

Budaya Dayak melampaui batas-batas geografis, menghubungkan persaudaraan dalam sebuah sabuk budaya Kalimantan yang unik. Di Kalimantan, kearifan lokal juga tumbuh dalam kebersamaan menjaga hutan sebagai paru-paru dunia. Arsitektur pun hadir sebagai hasil dari harmoni antara manusia dengan sumber daya alam. Cara hidup ini memperlihatkan bahwa vernakularitas bukan sekadar bentuk lokal, tetapi juga praktik keberlanjutan yang mendalam.

Lebih jauh lagi, pengetahuan tradisi perlu dipelajari secara serius untuk melihat sejauh mana ia dapat membantu kita menjawab tantangan masa depan. Sistem pengetahuan lokal, seperti yang diwariskan oleh masyarakat Dayak, menjadi alternatif yang sangat berharga. Mereka menawarkan perspektif hidup yang mengakar pada konteks lokal, tidak hanya berpusat pada manusia, tetapi juga memperhatikan makhluk lain dan sekitarnya secara menyeluruh.

Di tengah perkembangan besar seperti dalam konteks pembangunan besar seperti Ibu Kota Nusantara (IKN), muncul pertanyaan krusial: sejauh mana pengetahuan lokal seperti milik Dayak dapat memberi kontribusi pada desain dan tata kelola kota masa depan? Tidak hanya sebagai simbol, tetapi sebagai sistem nilai dan pengetahuan yang hidup dan adaptif. Indonesia sebagai negara pasca-kolonial memang menghadapi tantangan besar.

Modernisasi yang datang secara instan telah menciptakan warna- warna budaya yang dinamis, namun juga menghadirkan resiko keterputusan dengan tradisi. Inilah pentingnya gerakan anak muda seperti Yoris dan Komunitasnya. Yoris tidak hanya mengarsipkan masa lalu, tetapi juga menguak sisi saintifik dari pengetahuan tradisi. Tradisi bukan sekedar warisan yang harus di lestarikan, melainkan sumber pengetahuanyang layak untuk diperhatikan dalam menjawab tantangan masa depan. Pengetahuan tradisional memang tidak selalu bergerak seirama dengan perkembangan Zaman. Namun justru disitulah letak pentingnya: tradisi perlu dipelajari secara kritis, bukan untuk mengglorifikasi masa lalu, tetapi untuk melihat kembali apakah nilai-nilainya masih relevan dan bahkan solutif di tengah krisis ekologi, sosial dan budaya hari ini.

Kami di OMAH library dan JAAI mendukung gerakan-gerakan seperti ini dengan keyakinan bahwa Indonesia memiliki potensi besar menjadi pusat kearifan lokal dunia. Arsitektur Dayak juga tidak hanya sekedar artefak budaya, tetapi merupakan pengetahuan hidup yang mengandung prinsip yang mengandung prinsip keberlanjutan, yang harapannya dapat menjadi solusi bagi tantangan di masa depan.

Teman-teman yang berminat bisa mendaftar melalui link berikut: bit.ly/KELASOMAH_2025
Pemesanan buku: bit.ly/OrderOMAH
Informasi lebih lanjut: WA +62 815-1797-0213

#omahlibrary #architectureclass #kelasomah #perjalanamengenalindonesia #booklaunch #arsitekturdayak #book



Tentang OMAH Events lainnya di bawah ini:

Something went wrong. Please refresh the page and/or try again.

Published by Realrich Sjarief

Founder of RAW Architecture

Leave a Reply

Discover more from OMAH Library

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading