Genesis of Design Method # -3 – Senyawa Desain – Yulianto Purwono Prihatmaji

Senyawa desain adalah bagaimana berpikir arsitektur dengan beberapa pendekatan dalam skala makro, meso, mikro. Ada 3 (tiga) pendekatan yang dilakukan:

  • Pendekatan HEXA HELIX
  • Pendekatan QUADRIALISM
  • Pendekatan DISASTER RESPONSE

Pendekatan tersebut dilakukan agar 6 aspek (university, government, community, NGO/NPO, business, dan media) ini dapat menjalankan aktivitas mengajar, meneliti, mengabdi, serta berpraktik arsitektur yang selaras.

Program-program hasil pendekatan tersebut nantinya sebagai wadah untuk membangun senyawa desain di desa sehingga desa menjadi mandiri dan mengetahui potensi diri sendiri.


Video will be updated.

Kuliah tanggal 2.12.2021, diisi oleh Yulianto Purwono Prihatmaji, moderator: Realrich Sjarief, host: Satria A Permana


Testimoni Peserta

Senang bisa belajar decision making pak Paulus, terutama dalam usaha beliau mempertahankan signifikansi bangunan lama
Vincentius Rico

Senang sekali ada acara seperti ini, membuat mahasiswa mendapatkan insight baru yang tidak diajarkan di kampus, terutama mengenai lapangan
Ananda Amalia

Sangat menginspirasi bgmn proses merevitalisasinya dan juga metode adaptive reuse nya. Kolaborasi lintas disiplin untuk pengembangan rumah Atsiri jg luar biasa, keterlibatan dan pemberdayaan masyarakat lokal juga mantab.. 👍👍
M. Siswa Purnajati

Sangat menarik melihat dan memperbincangkan aktifitas dan karya2 pak paulus
Anung B Studyanto

Rangkuman Acara



Berikut ini adalah transkrip diskusi yang terjadi pada saat berlangsungnya kuliah tanggal 2.12.2021, diisi oleh Yulianto Purwono Prihatmaji moderator: Realrich Sjarief, host: Satria A Permana


Pembicara

Yulianto Purwono Prihatmaji

seorang dosen arsitektur di Univeristas Islam Indonesia, yang telah menempuh studi strata 1 di Universitas Islam Indonesia tahun 1998, strata 2 di Institut Teknologi Bandung tahun 2003, dan strata 3 di Kyoto University tahun 2013 silam. Selain aktif sebagai dosen, ia juga sebagai Ketua Pengelola Bambooland Indonesia, salah satu program untuk melestarikan dan memberdayakan bambu di Indonesia. Ia menginisiasi beberapa sekolah di bawah naungan Jurusan Arsitektur Universitas Islam Indonesia seperti Dukuh Institute (2013), Sekolah Lurah (2014), dan Sekolah Tukang Nusantara (SETON).

Rangkuman

Mengembangkan Potensi Desa

Rangkuman oleh Maria Angela Rowa Dirangkum dari kuliah tanggal 2.12.2021, diisi oleh Yulianto Purwono Prihatmaji, moderator: Realrich Sjarief, host: Satria A Permana Yulianto Purwono Prihatmaji adalah seorang dosen arsitektur di Universitas Islam Indonesia, yang telah menempuh strata 1 di Universitas Islam Indonesia tahun 1998, strata 2 di Institut Teknologi Bandung tahun 2003, dan strata 3 di Kyoto University tahun 2013 silam. Selain aktif sebagai dosen, ia juga sebagai Ketua Pengelola Bambooland Indonesia, salah satu program untuk melestarikan dan memberdayakan bambu di Indonesia. Pada sesi kelas Genesis of Design Method, Yulianto P. Prihatmaji membagikan dasar pemikiran program-program yang telah ia kerjakan sebagai sebuahContinue reading “Mengembangkan Potensi Desa”


Sesi-sesi Webinar Genesis of Design Method lainnya dapat diakses di bawah ini:

Contextual Method #7 – Berkelanjutan – Paulus Mintarga

Ada 3 aspek yang menjadi pertimbangan membangun Rumah Atsiri Indonesia dalam proses berkelanjutan: Aspek ekonomi Aspek sosial Aspek lingkungan Proses membangun Rumah Atsiri Indonesia diawali dengan semangat revitalisasi bangunan lama (eksisting) yang ditransformasikan ke fungsi baru serta elaborasi kontennya. Sinergi dan kolaborasi dengan berbagai pihak serta lingkungan/kawasan sekitar dalam pengembangan & penguatan ekosistem yang berkelanjutan. Testimoni Peserta Senang bisa belajar decision making pak Paulus, terutama dalam usaha beliau mempertahankan signifikansi bangunan lama—Vincentius Rico Senang sekali ada acara seperti ini, membuat mahasiswa mendapatkan insight baru yang tidak diajarkan di kampus, terutama mengenai lapangan—Ananda Amalia Sangat menginspirasi bgmn proses merevitalisasinya dan juga…

Keep reading

Contextual Method #6 – Bamboo Engineering – The Next Context (Markus Roselieb from Chiangmai Life Architects)

In our journeys we always have to understand where we are – the current context and then realize that there are many more possible contexts waiting to be explored. That’s where it gets interesting. To make bamboo more popular and free of the current image as “poor men’s timber” we need to work on many different angles. Our time on this planet is running short and bamboo can help to reduce global climate change as well as add a smile to the individual’s daily life. At Chiangmai Life Architects in Thailand, they work on combining and binging different spheres and…

Keep reading

Contextual Method #5 – Redefining Bamboo – Elora Hardy & Defit Wijaya from IBUKU

IBUKU is a team of young designers, architects, and engineers exploring groundbreaking ways of using bamboo to build homes, hotels, schools, and event spaces in Bali, Indonesia. We are creating a new design vocabulary based on this one material and exploring the way sustainable architecture and design can redefine luxury. The materials we use, the people we work with, and the land we build on all inform our design process. The traditional skills of Balinese craftsmen, combined with our design ideas and modern engineering enable us to create original bamboo structures that meet the needs of a diverse clientele. IBUKU’s…

Keep reading

Contextual Method #4 – Future Fabrication – Albert Pramono

The Covid-19 Pandemic has revealed how we are totally unprepared to response to such pandemic. It is a final red alert signal that global warming starts to become irreversible. There is an urgency to create solutions that are attractive and effective to stop global warming. Henceforth a cross-field think-tank & collaboration needs to be established in order to collaboratively creating sustainable future in smaller slices, one piece at a time. The way we build things is one of the most important to focus at. Future Fabrication is a method of construction that focuses in the mindset of sustainability. It is…

Keep reading

Contextual Method #3 – Interiority – Keat Ong

Omah Library dengan bangga mengadakan Webinar “Contextual Method / Metode Kontekstual” yang membahas desain dari sudut pandang latar konteks dan metode desain dari panelis-panelis yang memiliki pengalaman khusus yang telah mereka pupuk hingga sekarang. Injecting Architecture adalah metodologi desain yang berguna untuk mengekstraksi kualitas tiga dimensional dari suatu ruangan. Memungkinkan untuk kita melebarkan imajinasi produksi dan eksekusi rancangan dari sudut pandang yang berbeda. Kuliah tanggal 23.09.2021, diisi oleh Keat Ong, moderator: Realrich Sjarief, host: Nirma Ayuni Setiasih Testimoni Peserta Diskusi menarik dan sangat menggugah wawasan dan Kelas ini me-refresh kembali dan juga membantu memperkaya vocabulary storytelling kita sebagai designer; dengan methodology bentuk terhadap…

Keep reading

Contextual Method #2 – Being Creative + Critical in Context – Eko Prawoto

Eko Prawoto menyebut desainnya biasa-biasa saja, tak ada yang istimewa, sederhana dan sesuai dengan lingkungannya di kehidupan sehari-hari.Menurut belaiau mendesain adalah proses menyalurkan niat dan tekad tentang mencari upaya pengejawantahan nilai (Tentang bagaimana gagasan-gagasan yang ideal atau dianggap penting diwujudkan melalui materi dalam suatu tempat), dengan kata lain  Arsitektur tidaklah bebas, selain memilki relasi langsung dengan client dan program ruang, juga relasi dengan sekitarnya secara sosial, budaya dan lingkungan yang disebut Silent Client.  Pak Eko menjawab bahwa intervensi aritektur harus lebih rendah dari site atau alamnya. Jadi ketika kita meletakkan arsitektur pada sebuah site harus dengan kesadaran bahwa ini sementara.…

Keep reading

Contextual Method #1 – Creativity in Village – Singgih Kartono

Terinspirasi oleh ramalan Alvin Toffler dalam bukunya “Future Shock”, Singgih memutuskan pulangkampung 2 tahun setelah menamatkan kuliah di Desain Produk ITB. Mimpi tinggal dan berkarya didesa namun terkoneksi secara internasional sungguh memikat. Dengan upaya yang keras dan tidak pantang menyerah, akhirnya Singgih mampu membuktikan bahwa ramalan tersebut benar, sekaligus membuktikan potensi desa yang luar biasa. Produk-produk kayu dengan brand Magno bukan saja tersebar luar secara internasional , namun juga mendapat banyak penghargaan desain internasional prestisius dan publikasi yang sangat luas. Keprihatinannya akan kondisi desa mendorong Singgih untuk melahirkan Spedagi, sebuah gerakan revitalisasi desa dengan ikon sepeda bambu. Ilmu desain bagi…

Keep reading

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s